TUGAS
BAHASA INDONESIA
Disusun
oleh :
Devie
Eviani
Masandi
Darajat
M. Fajar
Budiutomo
Pipit
Damayanti
Subki
Kadrawi
Universitas
Gunadarma
2013
Menulis
Laporan Ilmiah
Laporan
ilmiah adalah pemaparan dari hasil penelitian
yang telah dilakukan oleh seorang peneliti dengan mengunakan gaya bahasa yang
digunakan disesuaikan dengan jenis sasaran peneliti.
A. MACAM LAPORAN
Macam
– macam laporan ilmiah itu sendiri terdapat 4 jenis laporan, yaitu;
1. Laporan
Lengkap (Monograf)
Beberapa hal yang perlu diperhatikan, jika laporan
penelitian dibuat dalam bentuk monograf :
a. Laporan
harus berisi proses penelitian secara menyeluruh dengan mengutarakan semua
tekhnik dan pengalaman peneliti dalam melaksanakan kegiatan penelitian
tersebut;
b. Tekhnik
penulisan harus sesuai dengan kelompok target dari peneliti;
c. Laporan
ilmiah harus menjelaskan hal-hal yang sebenarnya terjadi disetiap tingkatan
analisis;
d. Jika
diperoleh pengalaman-pengalaman atau penemuan-penemuan yang tidak ada hubungannya
langsung dengan tujuan penelitian yang dilaksanakan janganlah penemuan itu
dibuang dengan serta merta;
e. Peneliti
harus menyampaikan kegagalan yang dialaminya, disamping sukses yang diperoleh;
f. Laporan
ilmiah harus dibagi dalam bab-bab, bagian-bagian, sub-sub bagian dengan
judul-judul yang padat, sehingga pembaca dapat memilih materi yang relevan
baginya dengan mudah.
2. Artikel
Ilmiah
Adalah laporan tentang salah satu dari aspek-aspek
yang terdapat dalam laporan lengkap.
Laporan dalam bentuk artikel harus difokuskan pada
masalah penelitian tunggal yang objektif, sehingga lampiran, kata pengantar,
dan dan daftar isi tidak dimasukkan dalam laporan.
3. Laporan
Ringkas (Summary Report)
Adalah penulisan ulang tentang artikel-artikel yang
sudah diterbitkan atupun studi-studi yang berkenaan dengan masyarakat dan
ditulis dalam bahasa yang lebih mudah dimengerti.
4. Laporan
untuk Administrator dan Pembuat Kebijakkan
Adalah laporan yang ditujukan kepada administrator
dan pembuat kebijakkan harus mempunyai bentuk tersendiri. Laporan yang dibuat
tidak perlu dalam bentuk lengkap, karena administrator dan pembuat kebijakkan
tidak memerlukan laporan demikian, yang diperlukan dalam laporan tersebut
adalah penjelasan serta diagnosis terhadap masalah yang diperlukan.
B. CIRI - CIRI LAPORAN
Mengingat
tujuannya adalah selera pembaca, bentuk dan sifatnya, laporan itu berbeda dari
prosa ilmiah lainnya dalam aspek-aspek sebagai berikut :
1. Pembacanya
seorang atau sekumpulan orang tertentu. Laporan dibuat atas permintaan atau perintah.
Adakalanya laporan berbentuk buku dan ditujukan untuk pembaca umum. Mungkin
juga laporan itu diserahkan atas prakarsa penulis untuk mendapat kritik dari para
ahli terkemuka;
2. Bentuk
laporan yang disajikan atas permintaan atau perintah itu biasanya berupa laporan
panjang yang terdiri dari :
-
halaman judul, surat
penyerahan, daftar isi,pendahuluan, uraian pokok, dan sering juga lampiran. Laporan
pendek biasanya terdiri dari judul pokok, dan nomor - nomor, dengan
perlengkapan seperti biasa dalam surat menyurat formal;
3. Laporan
itu bersifat sangat objektif. Maksudnya terutama untuk menyajikan fakta. Jika
ditarik kesimpulan maka kesimpulan itu berupa induksi berdasarkan atas bukti
spesifik. Jika dibuat suatu rekomendasi maka pendapat pribadi atau prasangka
harus dijauhi. Bila data laporan itu tidak cukup atau bertentangan maka para
pembaca harus menyadari bahwa konklusi dan rekomendasi yang disajikan bersifat tentatif;
4. Bahasa
dan nadanya formal. Kata ganti orang harus dihindari titik berat dan tekanannya
berdasarkan pendapat penyaji data;
5. Judul,
sub judul, dan sub-sub judul, disusun dan diatur dengan perencanaan yang
mantik. Laporan yang disajikan dengan baik dapat digunakan sebagai acuan.
C. PERSYARATAN BAGI PEMBUAT
LAPORAN
Pada intinya persyaratan bagi pembuat laporan ilmiah
sama seperti penulis karya tulis
ilmiah lainnya, yaitu :
a. Memiliki
pengetahuan tangan pertama tentang hal yang dilaporkan dan perlu pengetahuan dan
pengalaman dari orang lain;
b. Memiliki
sifat tekun dan teliti. Laporan yang baik tidak meninggalkan pertanyaan tak
terjawab bagi pembacanya. Semua kesimpulan yang
dapat ditarik dari pernyataan - pernyataan umum harus dibuat secara tepat.
Semua fakta harus dicocokan ulang. Satu kali saja pembaca laporan menemukan
pernyatan salah, maka ia akan meragukan sebuah isi laporan;
c. Pernyataan
yang dibuat harus kenyataan. Kesimpulan dan rekomendasi dibenarkan oleh
kenyataan, walaupun konklusi dan rekomendasi itu bertentangan dengan yang
diharapkan dan dapat merugikan diri sendiri. Pembuat laporan itu seperti sebuah
'mesin pemikir' yaitu bekerja tanpa nafsu dan prasangka yang dapat
membingungkan pengertiannya atau pernyataannya tentang fakta;
d. Kemampuan
untuk menganalisis dan menyamaratakan. Laporan itu adalah sebuah analisis.
Pembuat laporan membagi - bagi subjek, memperlihatkan bagian - bagian yang
berbeda dan menunjukkan kaitannya satu dengan yang lainnya. Berdasarkan uraian
itulah dengan cara induktif ia sampai
kepada kesimpulan;
e. Kemampuan
mengatur fakta secara sistematis. Penyajian laporan tidak harus sistematis, mantik,
supaya para pembaca tidak meragukan tentang suatu penalarannya;
f. Pengertian
akan kebutuhan para pembaca. Laporan disajikan untuk dibaca oleh seseorang atau
beberapa orang yang spesifik. Apa yang dilaporkan, apa yang dibuang, istilah
apa yang akan dipakai, apa yang dianggap sebagaiman mestinya, apa yang
memerlukan lukisan dan penjelasan dan bagaimana menyusunnya, semua itu
tergantung pembaca.
D. UNSUR –UNSUR KERANGKA LAPORAN
ILMIAH
Kerangka
Laporan ilmiah umumnya terdiri dari unsur - unsur sebagai berikut :
a. Halaman
Judul
Biasanya terdiri dari 3 atau 4 bagian yang disusun
dari atas kebawah sebagai berikut :
1. Judul
laporan terdiri dari subjek, atau didahului dengan ' Laporan tentang' ,
'Laporan
Kemajuan
tentang', 'Laporan Tahunan tentang', 'Penelitian tentang' dan sebagainya. Judul
laporan berbeda dari judul buku.
Contoh
:
Laporan
tentang
SURVAI
PENDAHULUAN
PENGELOLAAN
PASCAPANEN TANAMAN PADI
di daerah
KABUPATEN JAWA BARAT
2. Nama dan Identitas Penerima Laporan
Unsur ini tidak selalu ditulis. Jika
ditulis, maka sebelumnya didahului dengan kata
kata 'Diserahkan
kepada'. Jika penerima laporan memiliki kedudukan resmi,
tulislah kedudukan
itu.
Contoh :
Diserahkan
kepada
Prof.Dr.
Satrio Putro, Direktur
Perencanaan
Lingkungan Hidup
3. Nama dan Identitas Penulis
Sebelum nama penulis biasanya didahului dengan
perkataan 'Oleh' dan diikuti oleh
gelar.
Contoh :
Oleh
Purnawarman
Insinyur
Konsultan
dan
Priambudi
Laksono
Insinyur
Perencana
4. Tempat
dan Tanggal
Dibagian
bawah halaman ditulis tempat dan tanggal dalam 2 baris terpisah.
Contoh
:
Mataram,
N.T.B
20
Maret 1999
Contoh hasil laporan yang disatukan :
Laporan
tentang
SURVAI
PENDAHULUAN
PENGELOLAAN
PASCAPANEN TANAMAN PADI
di
daerah
KABUPATEN
JAWA BARAT
Diserahkan
kepada
Prof.Dr.
Satrio Putro, Direktur
Perencanaan
Lingkungan Hidup
di
Jakarta
Oleh
Purnawarman
Insinyur
Konsultan
dan
Priambudi
Laksono
Insinyur
Perencana
Mataram,
N.T.B. 20 Maret 1999
E. MANFAAT PENYUSUNAN LAPORAN
Manfaat penyusunan karya ilmiah bagi penulis adalah berikut:
· Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif;
· Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber;
· Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan;
· Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis;
· Memperoleh kepuasan intelektual;
· Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan;
· Sebagai bahan acuan/penelitian pendahuluan untuk penelitian selanjutnya.
Manfaat penyusunan karya ilmiah bagi penulis adalah berikut:
· Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif;
· Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber;
· Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan;
· Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis;
· Memperoleh kepuasan intelektual;
· Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan;
· Sebagai bahan acuan/penelitian pendahuluan untuk penelitian selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
D.Brotowidjoyo, Mukayat. Juni, 2010.
Penulisan Karangan Ilmiah. Akademi Pressindo
Nazir, Moh. 2005. Metode Penelitian.
Bogor. Ghalia Indonesia







0 comments:
Post a Comment