A. Keindahan dan Estetika
1. Konsep Keindahan
Berasal dari kata indah yang artinya adalah bagus, cantik, elok, molek, permai, dan
sebagainya. Keindahan merupakan suatu konsep abstrak yang tidak dinikmati karena tidak jelas.Keindahan identik dengan kebenaran, keduanya memiliki citra yang sama yaitu abadi dan mempunyai daya tarik selalu bertambah. Keindahan bersifat universal tidak terikat dengan perseorangan, waktu, dan tempat, selera, mode , kedaerahan atau lokal.
Apakah keindahan Itu ?
Sebenarnya sulit bagi kita untuk menyatakan apakah keindahan itu. Keindahan itu suatu
konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan itu baru jelas jika
telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya. Dengan kata lain
keindahan itu baru dapat dinikmati jika dihubungkan dengan suatu bentuk. Dengan bentuk
itu keindahan berkomunikasi.
2. Estetis dan Estetika
Nilai Estetis adalah nilai suatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang
atau suatu golongan.
Nilai dibagi menjadi 2, yaitu :
1. Nilai ekstrinsik : sifat baik suatu benda sebagai alat untuk sesuatu hal lainnya
2. Nilai intrinsik : sifat baik dari benda yang bersangkutan atau sebagai suatu tujuan
ataupun demi kepentingan benda itu sendiri.
Teori estetika keindahan adalah Jean M. Filo dalam bukunya “Current Concepts of
Art” dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu :
1. Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan itu subjektif adanya.
Yakni karena manusianya menciptakan penilaian indah dan kurang indah dalam
pikirannya sendiri. Barangkali pernah juga kita dengar pepatah “Des Gustibus Non Est
Disputandum” selera keindahan tak bisa diperdebatkan.
2. Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan objektif adanya.
Yakni karena keindahan itu merupakan nilai yang intrinsik ada pada suatu objek, artinya
seekor kupu-kupu memang lebih indah dari pada seekor lalat hijau.
3. Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan itu merupakan pertemuan antara yang
subjektif dan yang objektif.
Artinya kualitas keindahan itu baru ada apabila terjadi pertemuan antara subjek
manusia dan objek substansi.
H. C Wyatt meneliti alasan-alasan yang biasa diberikan orang apabila mereka mengatakan sesuatu itu indah, dan ia menemukan bahwa banyak sekali orang menganggap sesuatu itu indah karena menyebabkan ia bersosialisasi pada suatu yang pernah mengharukannya dahulu, harapan-harapannya dan seterusnya. Ia menganggap alasan-alasan ini sebagai alasan-alasan non estetik.
B. Keindahan dan Kebudayaan
1. Hubungannya dengan kebudayaan
Meskipun sudah ditangkap melalui sensor penginderaan, keindahan tak langsung muncul
begitu saja. Di dimensi raga, mata hanya menangkap gambar-gambar, warna-warna, gerak
gerik, dll. Hidung hanya mencium aroma-aroma yang ada di sekitarnya. Pun telinga hanya
mendengar bunyi-bunyi tanpa arti. Kulit sebagai indera peraba hanya bisa mendeteksi
tekstur dan reaksi atas sensasi tertentu. Lidah juga sekadar mengecap apa yang menyentuh
dirinya. Di samping itu, persepsi atau daya tangkap sensor masing-masing individu bisa
berbeda-beda.
Orang-orang Jawa tempo doeloe menempatkan akal di bawah rasa di dalam rasa. Oleh
karena itu, untuk menangkap keindahan perlu juga ada penjelasan atau kejelasan.
Keindahan harus dijelaskan dengan nalar, sehingga bisa dipilah mana warna yang cerah
atau buram, nada yang tinggi atau rendah, tekstur kasar atau halus, manis atau pahit, dan
bau harum atau busuk. Dengan kata lain, harus ada definisi yang jelas soal keindahan. Tiap
orang punya pandangan, pemahaman, dan wawasan yang berbeda-beda. Jadi, apa yang
kemudian dianggap indah juga tergantung selera. Sifatnya bisa jadi sangat personal, tapi
bisa juga ada kesamaan dengan orang-orang di sekitar. Dari situ bisa muncul keindahan
komunal.
2. Keindahan Dalam Budaya
Manusia setiap waktu memperindah diri, pakaian, rumah, kendaraan dan sebagainya
agar segalanya tampak mempesona dan menyenangkan bagi yang melihatnya. Semua ini
menunjukkan betapa manusia sangat gandrung dan mencintai keindahan. Seolah-olah
keindahan termasuk konsumsi vital bagi indera manusia. Tampaknya kerelaan orang
mengeluarkan dana yang relatif banyak untuk keindahan dan menguras tenaga serta harta
untuk menikmatinya, seperti bertamasya ke tempat yang jauh bahkan berbahaya, hal ini
semakin mengesankan betapa besar fungsi dan arti keindahan bagi seseorang. Agaknya
semakin tinggi pengetahuan, kian besar perhatian dan minat untuk menghargai keindahan
dan juga semakin selektif untuk menilai dan apa yang harus dikeluarkan untuk
menghargainya, dan ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi orang yang dapat
menghayati keindahan.
C. Keindahan Dan Karya Cipta
1. Kontemplasi & Ekstasi
Kontemplasi adalah memandang jauh ke depan demi mendapatkan arah dan
kemungkinan tindakan lain (antisipasi) yang lebih bermakna. Kontemplasi adalah suatu
tindakan untuk memahami penuh suatu hal. Kontemplasi adalah memandang sesuatu
dengan cara ambil bagian dalam hidup, dalam adegan, terlibat langsung. Kontemplasi
adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah.
Sedangkan Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasa, dan
menikmati sesuatu yang indah. Setiap manusia memiliki nilai ekstansi yang berbeda
beda. Apabila kontemplasi dan ekstansi itu dihubungkan dengan kreativitas, maka
kotemplasi itu adalah faktor pendorong untuk menciptakan keindahan. Sedangkan ekstansi
itu merupakan faktor pendorong untuk merasakan menikmati keindahan karena derajat
kontemplasi dan ekstansi itu berbeda-beda antara setiap manusia. Manusia menciptakan
berbagai macam peralatan untuk memecahkan rahasia gejala alami tersebut. Semuanya ini
dilakukan dan hanya bisa terjadi berdasarkan resep atau pemikiran pendahuluan yang
dihasilkan oleh kontemplasi. Siklus kehidupan manusia dalam lingkup pandangan ini
menunjukkan bahwa kontemplasi selain sebagai tujuan juga sebagai cara atau jalan
mencari keserba sempurnaan kehidupan manusia.
2. Keindahan Keserasian dan Kahalusan
Keserasian berasal dari kata serasi dan dari kata rasi, artinya cocok, kena benar, dan
sesuai benar. Kata cocok, kena dan sesuai itu mengandung unsur perpaduan,Keserasian
berasal dari kata serasi dan dari kata rasi, artinya cocok, kena benar, dan sesuai benar.
Kata cocok, kena dan sesuai itu mengandung unsur perpaduan, pertentangan, ukuran, dan
seimbang. Keserasian merupakan bagian atau yang dapat mewujudkan keindahan.
Keserasian mengandung unsur pengertian perpaduan , pertentangan, ukuran dan
seimbang.
Perpaduan misalnya : Lagu atau nyanyian-nyanyian merupakan unsur pertentangan antara
suara tinggi-rendah, panjang-pendek, keras-halus yang terpadu begitu rupa sehingga
telinga kita dibuat asyik mendengarkan dan hati kita pun merasa puas, tetapi apabila dalam
keasyikan itu tiba-tiba terdengar suara yang sumbang kita pun tentunya akan merasa
kecewa dalam hal lagu irama yang indah merupakan pertentangan yang serasi.
Kehalusan dalam pengertian keindahan bagi manusia dimaksudkan sebagai sikap
lembut dalam menghadapi orang lain, lembut dalam mengucapkan kata-kata, lembut dalam
roman muka, lembut dalam sikap anggota badan lainnya. Hal ini berarti menyangkut
kesopanan dan atau keadaban dari sikap manusia dalam pergaulannya baik dalam
masyarakat kecil maupun dalam masyarakat luas.
Unsur-unsur atau bagian yang dapat melahirkan sikap halus atau kasar adalah :
a. Anggota Badan
b. Bahasa
c. Bagian-Bagian Rohaniah
Ada tiga unsur rohaniah yang melahirkan sikap, yakni : Pikiran, Perasaan & Kemauan.
3. Kreativitas dan Karya Cipta
Jadi apa sebenarnya Kreativitas?
Kreativitas adalah tentang membuat koneksi baru - dan yang secara harfiah benar
fisiologis dalam neurologi kita. Kreativitas adalah tepi pikiran berkembang. Ini sering
melibatkan banyak penemuan. Dengan menciptakan koneksi baru Anda membangun
kekuatan otak Anda dan mengembangkan fleksibilitas mental dan interpersonal yang dapat
mulai untuk meningkatkan kemampuan Anda untuk melakukan array yang besar dari hal-hal
dengan lebih mudah dan lebih.
Sedangkan karya cipta berbeda dengan merek dagang, hukum karya cipta ada
untuk melindungi karya asli sastra, media, seni, dan sebagainya. Alih-alih melindungi
ide-ide (hak paten) atau frasa komersial (merek dagang), karya cipta melindungi ekspresi
ide bahwa dalam bentuk aslinya dan kreatif tertentu, seperti sebuah buku, sebuah artikel,
sebuah karya seni, rekaman lagu, atau film. Secara tradisional, karya cipta memberikan
hak untuk menyalin, mendistribusikan dan / atau melakukan materi yang bersangkutan,
termasuk terjemahan atau adaptasi dari pekerjaan ke dalam bentuk-bentuk baru. Cara
khusus di mana hak-hak yang diresepkan berbeda antara negara, meskipun hukum
internasional seperti Konvensi Berne lakukan menentukan sejumlah persyaratan minimum
untuk negara-negara anggota.
4. Pengaruh keindahan pada jiwa manusia
Manusia setiap waktu memperindah diri, pakaian, rumah, kendaraan dan sebagainya
agar segalanya tampak mempesona dan menyenangkan bagi yang melihatnya. Semua ini
menunjukkan betapa manusia sangat gandrung dan mencintai keindahan. Seolah-olah
keindahan termasuk konsumsi vital bagi indera manusia. Tampaknya kerelaan orang
mengeluarkan dana yang relatif banyak untuk keindahan dan menguras tenaga serta harta
untuk menikmatinya, seperti bertamasya ke tempat yang jauh bahkan berbahaya, hal ini
semakin mengesankan betapa besar fungsi dan arti keindahan bagi seseorang. Agaknya
semakin tinggi pengetahuan, kian besar perhatian dan minat untuk menghargai keindahan
dan juga semakin selektif untuk menilai dan apa yang harus dikeluarkan untuk
menghargainya, dan ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi orang yang dapat
menghayati keindahan.
Tuesday, 10 April 2012
Keindahan (SOFTSKILL)
20:41
No comments
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






0 comments:
Post a Comment